Friday, July 1, 2011

Sayup-sayup..Sea Of Love...


Mungkin Sudah hampir Satu Dekade Kaki ini Tidak Pernah Lagi Menginjak gedung Erasmus Huis ini.Ada Perasaan Sedikit Tercengang Melihat Betapa Tingginya Pagar Gedung ini berikut Kawat2 Duri Yang Bergulung,Kalau Boleh Jujur...Lebih Menyerupai (Ma'af)Bangunan Penjara daripada Gedung Pusat Kebudayaan Belanda


Tapi ,Mungkin ini Adalah Salah Satu Trend (Atau Lebih tepat Disebut Fenomena?)Arsitektur Bangunan-bangunan Asing Dinegara Tercinta Kita Ini,Karena Hampir mayoritas Gedung2 Asing Tersebut Menggunakan Pagar Menjulang Dan Gulungan Kawat2 Berduri sebagai Hiasannya...Ahaaaayyyyyy......!!!


Perlu Dicari,Siapa Arsitek Penemu Kawat2 Duri bergulung Itu...Karena Setahu Saya, Pertama kali saya Melihat Gulungan Kawat2 Berduri tersebut Saya lihat Digeletakkan Begitu Saja Di depan Istana Negara Atau Depan Gedung DPR...katanya sih untuk menyambut kedatangan para Demonstran,Atau Jangan2...Achhhh Ujung2nya Menyerempet "Sana" Lagi...Malas Ach..Takut Menjadi Makin Liar dan Susah tuk Dikendalikan,kata-katanya...hehehehehheheeee..Mendingan Asik-asik Aja Jeck!..Daripada Kena Pasal Bergulung...Huahahahhahahahahahahahahahhahahaaaaaaa
.BACK TO CONTAIN!!!!)


Adapun Kehadiran saya kesini adalah dalam Rangka Menonton Film Dokumenter "Shape Of The Moon"Karya Leonard Retel Helmreich yang Sudah Kenyang Mendapat Berbagai Penghargaan Di Berbagai Negara Termasuk Di Sundance Festival.Sepertinya Layak dimasukkan Dalam Daftar Wajib Tonton,Apalagi Temanya Mengangkat Potret Sebuah Keluarga Indonesia yang Tinggal Di Tanah Tinggi Jakarta Pusat
Woooowww...Wooowww...Wooooowwwwwwww....Gillaaaaaaa!!!!!


Begitu Banyak Pembelajaran Yang bisa Didapat Setelah menonton Film Tersebut.Dari Kaidah Nilai2 Kehidupan Sampai Pada Teknik Penyampaiannya yang Bermetafora seakan Mengalir begitu saja.membuat saya tidak Menggigil Karena Dinginnya AC gedung Disebabkan Begitu Bergeloranya Antusias diri saya dalam mengikuti tiap-tiap shot Dari Film Itu..(Semoga Ga dianggap agak lebay..Tapi Emang Begitulah Keadaannya Prend)


Saya jadi Ingat Pada Belasan Tahun Silam,Alm.Aditya Tobing yang merupakan Guru,Abang Sekaligus Teman(banyak Juga Atributnya yeah..?)Pernah Membawa Dan Memamerkan Pada Kami Sebuah Buku Tentang Illustrasi Dan Periklanan Belanda.Pada Beberapa Iklan Kertas Tembakau(Papir) Ilustrasinya Mengangkat Wajah2 Para pribumi yang mana sangat bernafaskan Indonesia Sekali,Dari Struktur Anatominya,Tone Color-nya Sampai Tipografinya..Hampir Tidak Percaya Kalau Itu Adalah goresan Para Meneer-meneer sono.Mungkin Karena Melihat Kekaguman Kami,Seingat Saya Almarhum menambahkan'Untuk Melakukannya Sang Seniman sampai Melakukan Riset Dan Tinggal berdomisili Diindonesia Selama Setengah Tahun"Atas Data tambahan tersebut Saya Yakin Itu adalah Bumbu-bumbu data dari dia pribadi,Yang Mana Maksud Dan tujuannya Adalah Supaya Kami Para Siswanya Agar Selalu Penuh Totalitas Dalam berkarya.."Terberkatilah,engkau Disurga Bang Adit..Aminnnnn!!!!


Samar2 tergambar lagi,Almarhum Dengan Jari jemarinya diatas gitar melantunkan lagu favorit saya"Sea Of Love"dengan Rambut Panjang Kriwilnya Dan Lengkingannya seolah olah Almarhum bermetafora jadi Robert Plant, Dalam Lensa Cembung pastinya...

'Come With Me,To The Sea...Of Love..."

Wednesday, June 22, 2011

..Make it easy on yourself...


Pada sebuah data yg konon sudah teruji kebenarannya,baru-baru ini dirilis daftar olahragawan tertajir dikolong jagadraya ini...dan dalam data tersebut,Lionel messi menjadi pesepakbola terkaya menurut versi majalah sport illustrated
..woooowwww...
Sungguh prestasi yg mengagumkan,seraya berpikir pendapatannya yang nyaris 400 milyar ditahun ini,didapat hanya karena kepiawaiannya bermain bola...gilaaaaaaaa
Sementara barusan,seorang kenalan saya yg juga tajir minta dicarikan sutradara yang mau memakainya dalam film dan siap “membayar” sang sutradara asalkan ia bisa ia bisa dilibatkan sebagai pemainnya
...oww...owwww.....Gilllaaaaaaaa!!
Betapa kondisi yg semrawut dan coreng moreng ini,membuat orang lebih suka memakai jalan pintas untuk mendapatkan keinginannya,,,tapi yeah begitulah pilihan hidup seseorang,...dan masing2 individu berhak memutuskan mana yg dipilih
as you like it!...hehehehehe...
Sambil diiringi “Make it easy on yourself”-nya Walker brothers,benak diisi kecamuk dari 2 kisah fragment diatas(kalau boleh saya simpulkan...muanthafghttt..)
Ternyata kalo menurut pemikiran sederhana saya,mereka mempunyai kesamaan yaitu sama2 tajir alias bergelimpangan materi..(simple bukan?...hehehhehehheee)
Namun ada sisi menarik sekaligus paradoks,betapa seorang messi mendapatkan materi dari kesenangannya mengolah bola,sementara kenalan saya yang antah berantah tersebut,berusaha mendapatkan kesenangannya walau harus mengeluarkan banyak materi...
Mungkin ini yang disebut hukum sebab akibat,yang membuat saya sedikit banyak mencoba untuk mencari tahu dan mengorek sedikit tabir dari makna dan rahasia hidup ini
(Ampunnnnn..Ampunn...mulai trasa berat nih isi kepala,sruput dulu kali kopi mix-nya biar trasa entengan...hehehehhehehehe)
Dan lamunan pun berlanjut pada kejadian tadi sore,dimana setelah menjadi bintang tamu di sitkom keluarga minus,sang sutradara dengan enteng-nya berceloteh
“Enak banget lu,Nyari duit..suting-nya Cuma sebentar....”
”ini bukan kerja,John!..ini bersenang-senang yang sekaligus mendapat bayaran hehehehhehe“jawabku enteng sambil berlalu
Dan dalam perjalanan pulang tadi betapa batin sempat bergumam pada sang khalik dan bersyukur,atas karunia bakat yang menjadi berkat ini,,,trimakasih tuhan...dan menjadi suatu tanggung jawab sendiri untuk mengasahnya terus agar bisa menjadi semakin bermakna..Aminnnn!

Thursday, June 16, 2011

Naga Bonar Jadi Presiden.......


Ranah hukum dinegara kita sedang ramai dan menjadi idola diberbagai media-media di tanah air,benar2 penuh hiruk-pikuk,hampir semua aspek selalu bermuara dan mengatas namakan hukum
Gilaaaa...gillllaaaaaaaaaa
Dan beragam saluran Televisi di negeri ini jug berlomba-lomba menyajikan tayangan kasus hukum dan memperlihatkan pada masyarakat betapa para ahli2 hukum “bertarung” saling adu argumen dalam setiap pertikaiannya dan masing2 “berpedang” kebenaran dari pasal2 yang berpihak kepadanya..wooowwwwww
...ADUHAI SIAL.....alias “Adu Lihai Bersilat Pasal”..hauahahahhahahaahhaahhaa
Sisi Positifnya Adalah Sedikit banyak kita meyakini bahwa memang benar apa yg ditanamkan para pendahulu bangsa ini,Bahwa Kita adalah Negara Hukum...(berattt...Beratttttttt)
Tuk sejenak,saya tidak menyangsikan keberadaannya...
Ada seorang Nenek kedapatan mencuri 3 buah kakao dibawa ke Meja Hijau dan langsung dihukum,...dan ada juga para penilep milyaran uang negara ,katanya bisa menjalani hukuman sambil terbang kesana kemari dengan alasan “sakit”
Bahkan didalam Masyarakat Ada juga hukum yg bisa menyalahkan yg benar dan membenarkan yg salah...
Di Jawa timur,baru2 ini seorang ibu nyaris dikeroyok massa karena melaporkan kasus contek menyontek yg terjadi disekolah anaknya,hingga akhirnya membuat sekeluarga terpaksa terusir dari kampung halamannya...sangat memprihatinkan sekali..
Dan secara berterus terang saya sangat bersimpati dan (lagi..) prihatin melihat para penegak hukum negara kita yg makin hari makin menumpuk kerjaannnya,sepintas sempat terbersit keinginan untuk bisa membantu sekedar meringankan tugas mereka ..sayang saya tidak berkompeten didalam bidang hukum
(Ada sedikit perasaan menyesal,knapa saya tidak mengambil sekolah hukum...)
Lhaaaaaa......?????
Seingat saya,sewaktu kecil dulu saya menghilangkan profesi hukum dalam daftar cita2 saya,karena menurut saya Gambaran hukum bersifat negatif dan menyakitkan(terhukum,dihukum,Menghukum...ketok Palu dan Penjara huahahhahahahahhahaa)beda dengan Dokter(yang dengan baju putihnya bisa menyembuhkan)atau Insinyur(dengan helm serta gambar kerjanya seraya menunjuk langit untuk membangun)Dan Akuntan(yang dengan kaca mata serta kalkulator menjaga neraca ekonomi bangsa)apalagi dibandingkan dengan SENIMAN(kalau yang satu ini ngga usah saya gambarin lagi,hanya orang2 terpilihlah yg bisa masuk sini...huahahahahahhahahahahhahahahhaha)
Mungkin karena sedikit sekali yg “terpilih” mengakibatkan negara kita tidak bisa dianggap sebagai Negara Seni(sangat disayangkan sekali...Mungkin kelak akan terkabul juga mimpi saya bahwa Indonesia adalah Negara Seni...amin!!...)
Apakah karena negara ini Kebanyakan Ahli Hukum sehingga disebut “Negara Hukum”??????
Dari gelagatnya sih,...sepertinya mereka pun masih memimpikan hal yg sama ,sempat terdengar bisikan kasak kusuk kalau negara ini negara Preman,karena begitu banyaknya yg menjadi Preman Dinegara tercinta ini
Minggir..............Ini Negara Preman,Bung........ !!!!
Sejenak menyesalkan,kenapa juga ga’ ada sekolah bagi para Preman
(sambil ngga habis mikir,ngebayangin seandainya hal itu terjadi...hehehhehehehhe)
Naga Bonar Jadi Presiden.......
Huahahahhahahhahahahahahhahahahahahhahahhahahaaaaaahahahahahahahahahahahahahaha.................................................................................................................................................................................

Tuesday, March 30, 2010


Barusan tadi,aku sehabis menonton pertunjukan di Teater Luwes....dan seperti biasanya,masih ada saja Magis2 yang bisa dirasakan ketika menonton pertunjukan tersebut,dan ada satu yang membuatku membuat suatu penilaian tersendiri terhadap pertunjukan tadi,yaitu Harmonisasi..betapa pentingnya makna kata tersebut dalam segala hal termasuk dalam semesta kita ini.....muanthavgfhhhh..................
Dan sepanjang perjalanan pulang tadi,lamunanku tentang Harmonisasi tadi membawaku pada lamunanku yang terus berkelana tentang Esensi Harmonisasi ini,dari kisah seorang bartender yang mencoba mencampur berbagai jenis minuman sampai akhirnya menemukan rasa baru,sampai pada kisah seorang Sir Alex Fergusson yang sudah puluhan tahun membidani klub raksasa Manchester United,apakah bisa ditangan mereka sudah dengan sendirinya terkontain Esensi Harmonisasi?????...seharusnya sudah!!!!!!!!!karena mereka membawahi dan bertanggung jawab Atas berbagai elemen atau unsur yang disatukan untuk menciptakan karakter seperti yang kita lihat dan nikmati sekarang ini (bagi pecinta Liga Premiere,padanan Bartender dan Manchester United mungkin bisa beriringan,hehehehehe...karena saya sendiri bukanlah seorang peminum dan pecinta liga premiere inggris,...ups,sorry!!!
Dan masih dari inggris juga,saya melamun tentang seorang John Winston Lennon,yang dalam kiprahnya masih membuat saya terkagum2 bahkan setelah 30 tahun kematiannya...gillllla,nih orang satu....terlalu banyak hal yang diwariskan orang tersebut pada semesta ini,dan sepertinya dimasa penghakiman terakhir nanti diatas sana,akan banyak pertanyaan2 yang harus dijawabnya didepan Mahkamah Akhirat karena dia termasuk salah satu yang bertanggung jawab terhadap kehidupan generasi sesudahnya karena ulahnya,termasuk saya sendiri,..hehehehehehe
Ada satu lagunya yang berjudul “The Luck Of The Irish”...yang kebetulan menjadi teman kuping dalam perjalanan pulang ini,membuat jalan sepanjang Jatinegara berasa di Downing Street sana...hahahahah...shedhavfth.....satu yang menyentil adalah adanya kemarahan namun dengan enteng dilantunkan..tidak dengan kegeraman, mengingatkan saya terhadap moment dipertunjukan tadi,dimana ada adegan mencuri ciuman,yang harusnya dilakukan dengan cepat namun harus ditampilkan dengan slow motion (supaya frame by frame yang tersaji harus bisa dinikmati)....Dan kembali ke lagu tadi,kelembutan vokal seorang Yoko Ono pun mempunyai sumbangsih bagaimana lagu ini menjadi catchy,layaknya lagu yang sudah berumur ratusan tahun dan masih enak dinyanyikan anak2 kecil.... dan dari ke2 unsur diatas John dan Yoko sudah terjadi Harmonisasi,dimana Kontains kemarahan seorang john lennon bisa dibalut dengan kelembutan seorang Yoko Ono,dan terjadilah lagu “The Luck Of The Irish”....untuk yang satu ini sang buana sepertinya mengecupku atas pergumulan pemikiranku dan kesentimentilanku dalam perjalanan ini,dan angin malam yang dingin pun terasa cepat menyapu dan mengeringkannya tanpa meninggalkan batas......
Harmonisasi,meninggalkan kesan untuk malam ini dan mungkin seterusnya..karena tanpanya akan saling kuat tarik menarik antara nada nada yang terjadi.. dan terus terang akan terdengar sumpek dan memekakkan telinga..........